MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI MELALUI METODE PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN PENGEMBANGAN MEDIA OBJEK PADA LINGKUNGAN SMK NEGERI 1 BAWANG KELAS X AKL TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Endang Budiastuti, S.Pd.
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Bawang, Banjarnegara
endang.budiastuti@smkn1bawang.sch.id

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada peserta didik kelas X AKL 3 SMK Negeri 1 Bawang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X Akuntansi  3 SMK Negeri 1 Bawang  yang berjumlah 36 orang peserta didik. Sedangkan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling purpusive yaitu sebanyak 20% dari jumlah populasi yaitu 7 orang peserta didik. Teknik pengumpulan data me nggunakan teknik tes, yaitu berupa peserta didik diberikan tugas menulis teks laporan hasil observasi dengan alokasi waktu 60 menit. Kemampuan menulis teks laporan hasil observasi ini dinilai dari lima aspek, yaitu aspek isi, aspek struktur, aspek diksi, aspek kalimat efektif, dan aspek ejaan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, statistik sederhana dengan menghitung nilai rata-rata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada peserta didik kelas X SMK Negeri 1 Bawang adalah 68,75 belum memenuhi ketuntasan. Sehingga penlus mengguanakn tuga siklus untuk mengetahui kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada berdasarkan aspek isi adalah siklus 1 dengan ketuntasan 69,00, belum memenuhi kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada peserta didik berdasarkan siklus ke 3kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada peserta didik dengan mendapat nilai tuntas baik 80,21 Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peserta didik kelas X SMK Negeri 1 Bawang  telah dapat menulis teks laporan hasil observasi sudah sangat baik. Meskipun masih ada beberapa peserta didik dalam menulis dinyatakan kurang baik, namun secara keseluruhan para peserta didik sudah dapat menulis teks laporan hasil observasi.

Kata Kunci : materi strategi dan Laporan Hasil Observasi(LHO), model problem based learning.

Abstract

The aim of this research is to determine the ability to write observation report text for class X AKL 3 students at SMK Negeri 1 Bawang. This research uses a descriptive method with a quantitative approach. The population in this study were students of class X Accounting 3 at SMK Negeri 1 Bawang, totaling 36 students. Meanwhile, the sample in this study used purpusive sampling, namely 20% of the total population, namely 7 students. The data collection technique uses a test technique, namely in the form of students being given the task of writing a text report on the results of observations with a time allocation of 60 minutes. The ability to write report text resulting from this observation is assessed from five aspects, namely the content aspect, structure aspect, diction aspect, effective sentence aspect, and spelling aspect. The data analysis technique used in this research is simple statistics by calculating the average value. The results of this research show that the average score for the ability to write observation report text for class X students at SMK Negeri 1 Bwang is 68.75, not yet complete. So that the lecturer uses three cycles to determine the ability to write observation report text based on the content aspect, namely cycle 1 with a completeness of 69.00, not yet meeting the ability to write observation report text for students based on the third cycle. The ability to write observation report text for students with good completion score 80.21 The conclusion of this research is that class Even though there were still some students who wrote poorly, overall the students were able to write observation report texts.

Keywords: strategy material and Observation Results Report (LHO), problem based learning model.

Pendahuluan

Teks laporan hasil observasi merupakan salah satu materi yang dapat meningkatkan keterampilan menulis peserta didik. Teks laporan hasil observasi merupakan suatu bentuk laporan dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan di kelas maupun di luar kelas. Pada pelajaran bahasa Indonesia materi menyusun teks laporan hasil observasi ini menjadi penting karena dalam pelaksanaan pembelajaran peserta didik dilatih untuk menyusun hasil pengamatan yang telah dilakukan dalam bentuk tulisan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sehingga dengan adanya pembelajaran teks laporan hasil observasi tersebut bisa melatih peserta didik agar lebih semangat untuk menulis. Oleh karena itu akan sangat bermanfaat bagi peserta didk untuk implementasi di kehidupan sehari-hari khususnya dalam kegiatan menulis.

Adapun kebijakan pengembangan kurikulum ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 958/P/2020 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Kurikulum merdeka dirancang untuk menyongsong model pembelajaran menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA)  pada Sekolah Menengah Kejuruan  yang di dalamnya akan terjadi pergeseran.

Sebelum kurikulum merdeka diterapkan peserta didik diberi pemahaman materi dengan model pembelajaran ceramah yang bersentral pada guru menjadi Pembelajaran ini akan sangat memboosankan bagi peserta didik yang sudah akrab dengan dunia teknologi. Pada tahun 2021, kurikulum dan buku paket pelajaran bahasa Indonesia akan diimplementasikan secara terbatas di Sekolah Penggerak dan SMK Pusat Keunggulan. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1177 Tahun 2020 tentang Program Sekolah Penggerak.

Kemudian guru mencoba menggunakan metode Problem based learning dengan harapan peserta didik mampu untuk berpikir kritis, mandiri dan kreatif serta aktif pada didkusi kelompok yang didasarkan pada keatifan peserta didik dalam kelompok dengan bergotong-royong pada materi menulis Laporan Hasil Observasi (LHO).  Mencari tahu dari berbagai sumber belajar yang dapat menunjang ketuntasan peserta didik pada satuan Pendidikan.  Peran bahasa menjadi sangat sakral, dalam kehidupan kita pada umumnya sedang pada pelajaran Bahasa Indonesia peserta didik  diharapkan mampu menulis dengan baik sesuai dengan struktur kebahasaan dan ejaan yang tepat. Materi menulis teks LHO adalah materi menulis berbasis teks dimana peserta didik dituntun agar lebih terampil dalam penelitian yang tertuang pada keterampilan menulis. Adanya kompetensi menulis akan membuat peserta didik menjadi terlatih untuk menuangkan ide, pikiran, dan informasi dalam wacana tulis berbentuk Mengulas pemahaman mengenai laporan hasil observasi dan mendiskusikan makna objektif dalam laporan hasil observasi serta terampilan menulis teks laporan observasi juga tidak menggunakan aturan yang benar bahkan mereplikasi sebelumnya melaporkan. Cerdas Cergas, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi : 2021

Artinya, produk kemampuan menulis teks laporan observasi harus ada sesuai dengan kaidah yang benar yaitu memenuhi aspek seperti isi, pilihan kata, kalimat, dan mekanisme serta struktur teks. Dalam aspek struktural, misalnya, harus ada unsur yaitu bagian pernyataan, dan uraian, belum sepenuhnya disadari. Keluhan tentang rendahnya kemampuan menulis peserta didik, khususnya peserta didik kelas X AKL 3 SMK Negeri 1 Bawang bukan masalah yang baru lagi dalam dunia pendidikan, rendahnya kemampuan menulis peserta didik juga disampaikan oleh Tarigan dalam Ayudia (2016:36) bahwa kualitas hasil belajar bahasa Indonesia peserta didik sampai saat ini belum memuaskan.

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh penulis di kelas X AKL 3 SMK Negeri 1 Bawang  bahwa guru merasa kemampuan menulis peserta didik masih rendah, khususnya pada pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi. Hal ini dikarenakan peserta didik masih belum percaya diri untuk menuangkan idenya kedalam menulis teks Laporan Hasil Observasi. Faktor penyebab lain yang mempengaruhi kurang minatnya peserta didik pada materi menulis teks laporan hasil observasi yaitu guru masih menerapkan model-model pembelajaran yang belum sesuai dengan materi dan belum menggunakan media, strategi ataupun model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan diberikan kepada peserta didik. Dengan demikian guru merubah model pembelajaran  Ceramah biasa menjadi Problem based learning. Model pembelajaran ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan menulis peserta didik pada materi menulis teks laporan hasil observasi dengan berbantuan Objek di lingkungan sekolah. Melalui model pembelajaran Problem Based Learning peserta didik lebih mudah untuk mengamati objek beserta fakta-fakta yang ada di lingkungan sekolah dengan tepat, melalui sintak atau langkah-langkah Problem Nesed Learning yang terdiri atas orientasi pesera didik pada masalah, kemudian guru mengorgaisasikan peserta didik untuk belajar,membimbing penyelidikan individu maupun kelompok,mengembangkan dan menyajikan hasil karya dan menganalisis serta mengevaluasi proses pemecahan masalah akan dapat meningkatkan kemampuan menulis teks laporan hasil observasi di kelas X AKL 3 SMK Negeri 1 Bawang.

Dari hasil uraian di atas, bahwa pentingnya memiliki kemampuan menulis terkhususnya pada materi menulis teks laporan hasil observasi untuk penunjang mahir dan terampil dalam melakukan sebuah observasi atau pengamatan dengan bahasa yang baik dan benar, maka disusunlah penelitian ini dengan judul Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi melalui Metode Problem Based Learning Berbantuan Pengembangan Media Objek pada Lingkungan SMK Negeri 1 Bawang Kelas x AKL 3 Tahun Pelajaran 2021/2022.

Kajian dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan menulis peserta didik kelas X AKL 3 dalam mengonstruksi atau menulis teks laporan hasil observasi yang diajarkan di dalam kelas. Pada penelitian tersebut sudah termasuk ke dalam kategori peserta didik  diharapkan mampu menulis Teks Laporan Hasil Observasi (LHO) dengan baik sesuai dengan struktur kebahasaan dan ejaan yang baik. Materi menulis teks LHO adalah materi menulis berbasis teks dimana peserta didik dituntun agar lebih terampil dalam penelitian yang tertuang pada keterampilan menulis. pada aspek isi, struktur, diksi, kalimat efektif, dan ejaan. Berdasarkan rumusan masalah yang telah di uraikan, tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada peserta didik kelas X SMK Negeri 1 Bawang pada aspek isi, struktur, diksi, kalimat efektif, dan ejaan. Penelitian ini menggunakan teori Kosasih (2017:43) teks laporan hasil observasi adalah teks mengungkapkan fakta-fakta yang diperoleh melalui pengamatan. Dengan teks tersebut pembaca memperoleh sejumlah pengetahuan atau wawasan, bukan imajinasi. Observasi merupakan salah satu alat penilaian yang banyak digunakan dalam mengukur proses dan tingkah laku individu dalam sebuah kegiatan yang bisa diamati. Jadi bisa dikatakan bahwa observasi mampu mengukur dan menilai hasil dari proses belajar mengajar, seperti contoh mengamati tingkah laku peserta didik, pada saat belajar di dalam kelas, mengamati tingkah laku guru pada saat mengajar, dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan peserta didik di dalam kelas. Teks laporan hasil observasi adalah sebuah laporan hasil observasi dapat disajikan dalam bentuk tertulis maupun lisan. Dalam melakukan observasi harus melalui pengamatan agar dapat memahami cara penyusunan laporan hasil observasi (Kemdikbud, 2021:9) Penelitian ini menggunakan struktur teori Trianto, dkk. (2015: 10) dalam kehidupan sehari-hari, saat mendengarkan radio atau televisi, membaca surat kabar, atau buku-buku pelajaran kita dipenuhi informasi dari berbagai sumber. Informasi sudah menjadi kebutuhan bagi siapapun dari dulu hingga kini. Saat ini informasi berkembang dan tersebar sangat luas, oleh karena itu, kemampuan membuat teks laporan dan memahami teks laporan penting. Teks laporan dapat ditemukan di buku referensi. Tujuan teks laporan utamanya adalah mengklasifikasikan dan mendeskripsikan, dan memberikan informasi faktual. Dalam sebuah teks laporan terdapat struktur yang digunakan antara lain sebagai berikut. Umum (Klasifikasi, Pernyataan) adalah menentukan klasifikasi aspek dari sesuatu, seperti hewan, alam, tumbuhan, dan lain-lain yang dibahas secara umum. Uraian yaitu menggambarkan sesuatu yang akan dibahas secara rinci, bagian per bagian, kebiasaan atau kebutuhan hidup dan penggunaan bahan dan alat, perilaku alamiah dan hal khusus.

Model Problem Based Learning (PBL)

Pembelajaran berbasis masalah atau Problem Based Learning biasa disingkat PBL. Problem Based Learning merupakan salah satu model pembelajaran inovatif dalam mengorganisasikan pengalaman belajar peserta didik. Ibrahim dan Nur mengatakan bahwa: pembelajaran berbasis masalah (problem Based Learning) merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang digunakan untuk merangsang berpikir peserta didik dalam situasi yang berorientasi pada masalah dunia nyata, termasuk didalamnya bagaimana belajar.

Menurut Tan: 2000, mengemukakan model berbasis masalah (Problem Based Learning) adalah: pembelajaran dengan menggunakan kemampuan berfikir peserta didik untuk menyelesaikan masalah dalam tantangan dunia nyata. Kemampuan untuk menghadapi segala sesuatu yang baru sehingga mampu mengembangkan kemampuan berfikir secara berkesinambungan..

Menurut Taufiq Amir :2017, bahwa proses Problem Based Learning (PBL) bukan semata-mata prosedur. tetapi ia adalah bagian dari belajaran mengelola diri sebagai sebuah kecakapan hidup (life skills). Proses sebagai salah satu bentuk pembelajaran yang learner centered, memandang bahwa tanggung jawab harus kita kendali dan kita pegang. Evers, rush, dan berdow dalam Amir merumuskannya dengan baik apa yang dimaksud dengan kecakapan pengelolaan diri sebagai berikut.

Kemampuan untuk bertanggung jawab atas kinerja, termasuk juga kesadaran akan pengembangan dan pengaplikasian kecakapan tertentu. Kita bisa mengenal dan mengatasi berbagai kendala yang ada di sekitar kita.

Dengan kata lain model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) ini dapat memberikan kecakapan dalam mengelola hidup bagi peserta didik untuk dapat mengatasi kendala yang ada di sekitar lingkungannya.

Pendapat lain mengenai pengertian Problem Based Learning (PBL) akan di jelaskan sebagai berikut : menurut Kunandar, pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) adalah suatu pendekatan pembelajaran menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi peserta didik untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pembelajaran.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Problem Based Learning (PBL) menggunakan masalah dunia nyata sebagai bahan pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan berpikir pada peserta didik dalam memecahkan suatu masalah yang ada. Selain itu, lingkungan dapat memberikan pelajaran ataupun memberikan sebuah masukan kepada peserta didik berupa bantuan dan masalah, sedang saraf otak berfungsi menafsirkan bantuan itu secara efektif sehingga masalah yang dihadapi dapat diselidiki, dinilai, dianalisis, serta dicari pemecahan masalahnya dengan baik. Pengalaman yang diperoleh dari lingkungan akan memberikan bahan dan materi guna memperoleh pengertian serta bisa dijadikan pedoman tujuan belajarnya.

Metode Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan berdasarkan pada permasalahan yang muncul dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi menulis teks Laporan Hasil Observasi (LHO) pada kelas X AKL 3 SMK Negeri 1 Bawang tahun pelajaran 20021/2022 yang masih kurang dalam pemahaman materinya sehingga masih banyak peserta didik yang belum bisa memenuhi indikator pencapaian kompetensi. Pada pengamatan pra-siklus (tindakan), peneliti melakukan pengamatan dikelas khususnya pada pembelajaran menulis teks Laporan Hasil Observasi (LHO), kemudian melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang selama ini dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan central teacher. Peneliti mengidentifikasi permasalahan yang ada, mendiskusikan dengan rekan guru sejawat, kelompok kerja guru dan meminta saran atas pemecahan masalah yang ada, serta membaca dan mengkaji teori ataupun model pembelajaran yang relevan.

Berdasarkan pengamatan pra-siklus (tindakan) dan diskusi serta saran dari guru sejawat, kelompok kerja guru tentang hal tersebut. Maka langkah yang paling tepat untuk meningkatkan pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi Menulis teks Laporan Hasil Observasi yaitu dengan peningkatan dorongan mental (motivasi) dalam perilaku belajar peserta didik dan peran peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar atau pembelajaran. Salah satu langkah tindakan yang tepat adalah peningkatan pemahaman peserta didik melalui penerapan model Problem Based Learning pada pembelajaran menulis teks Laporan Hasil Observasi kelas X AKL 3 tahun pelajaran 2021/2022.

Dengan berpedoman pada model Penelitian Tindakan Kelas (PTK), maka prosedur pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini meliputi : (a) Perencanaan, (b) Pelaksanaan tindakan, (c)  Observasi, dan  (d)  Refleksi dalam setiap siklus.

Siklus PTK

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan tiga siklus untuk melihat peningkatan pemahaman Bahasa Indonesia pada materi menulis teks Laporan Hasil Observasi kelas X AKL 3 berbantuan objek yang ada di sekeliling  SMK Negeri 1 Bawang Banjarnegara.

Subjek Penelitian

Dalam penelitian tindakan kelas ini yang menjadi subjek penelitian adalah Peserta Didik Kelas X AKL 3 pada materi Menulis teks laporan hasil observasi berbantuan objek benda pada SMK Negeri 1 Bawang tahun pelajaran 2021/2022.

Sumber Data Penelitian

Ada beberapa sumber data dari penelitian ini yaitu peserta didik, pendidik dan kolaborator. Peserta didik dalam hal ini untuk mendapatkan data tentang peserta didik, pemahaman pelajaran Bahasa Indonesia dalam  Materi Menulis teks laporan hasil observasi bernatuan objek di SMK Negeri 1 Bawang. Sedangkan guru yaitu untuk melihat tingkat keberhasilan impelementasi pembelajaran dengan model Problem Based Learning. Teman sejawat, yaitu sebagai sumber data untuk melihat implementasi PTK secara komprehensif, baik dari peserta didik atau pendidik.

Teknik dan alat Pengumpulan Data

Untuk keperluan penelitian ini, penulis menggunakan tiga teknik pengumpulan data tentang aktivitas guru dan peserta didik selama proses pembelajaran yaitu pertama Observasi, peneliti mengadakan pengamatan pada proses pembelajaraahasa Indonesian untuk memperoleh informasi dari kegiatan pembelajaran  materi menulis teks laporan hasil observasi berbantuan media objek di sekeliling  SMK N 1 Bawang Banjarnegara  pada kelas X AKL 3 Tahun Pelajaran 2021/2022. Pengamatan yang dilakukan yaitu untuk mengetahui pemahaman peserta didik dalam pembelajaran  Materi Strategi dan Bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran melalui model Problem Based Learning. Observasi dimaksudkan untuk mengukur perubahan sikap dan tingkah laku sebagai indikasi  dari keberhasilan pembelajaran  dalam Fase 6 Pengamatan yang peneliti lakukan meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera. Pengamatan ini dilakukan untuk melihat proses belajar mengajar sejauh mana perubahan terjadi dalam proses pembelajaran.

Kedua dokumentasi, dalam mencari sumber informasi melalui studi dokumentasi peneliti mengumpulkan dan menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya notulen rapat, catatan harian dan sebagainya.

Ketiga Hasil Tes/Evaluasi, tes hasil belajar berarti memeriksa hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik, hasil belajar tersebut berupa kemampuan peserta didik. Tes juga menyangkut kemampuan peserta didik sebelum pengajaran dimulai atau pretest yang berfungsi mengetahui tingkahlaku yang dimiliki peserta didik. Sedangkan posttest adalah tes yang dilakukan setelah proses pembelajaran.

Validasi dan Analisis Data

Analisis data dilakukan setelah semua data yang dibutuhkan terkumpul. Proses ini diawali dengan mendata seluruh data yang ada dari berbagai sumber, baik berupa data kuantitatif maupun kualitatif. Setelah itu melakukan reduksi data, menyusunnya dalam satuan-satuan serta mengkategorikannya. Data yang diperoleh berupa kalimat-kalimat dan data tentang aktifitas guru dan peserta didik , diubah menjadi kalimat yang bermakna dan ilmiah. Analisis data berlangsung pada saat pengumpulan dan dengan pertimbangan analisis dilakukan berdasarkan analisis logis.

Indikator Kerja

Dalam PTK ini yang akan dilihat indikator kinerjanya selain peserta didik adalah guru, karena guru merupakan fasilitator yang sangat berpengaruh terhadap kinerja peserta didik. Peserta didik dalam hal ini tes, nilai ketuntasan ulangan harian materi menulis teks laporan hasil observasi baru mencapai 65,00. Observasi, tingkat kemampuan , dokumentasi, kehadiran peserta didik dengan lembar absensi sebagai data peserta didik yang mengikuti pembelajaran yang berkaitan dengan penelitian yaitu pemahaman Bahasa Indonesia materi menulis teks laporan hasil observasi berbantuan media objek pada SMK Negeri 1 bawang. Observasi, hasil observasi penerapan model Problem Based Learning.

Prosedur Penelitian

Siklus 1

Siklus pertama dalam PTK ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi sebagai berikut: (a) Perencanaan (Planning) yang terdiri dari peneliti dan kolaborator melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada peserta didik pada pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning.

Siklus 2

Seperti halnya siklus pertama, siklus kedua pun terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. (a) Perencanaan (Planning) yaitu tim peneliti membuat rencana pembelajaran berdasarkan hasil refleksi pada siklus pertama. (b) Pelaksanaan (Acting), pendidik melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning berdasarkan rencana pembelajaran hasil refleksi pada siklus I. (c) Pengamatan (Observation) dengan tim peneliti (pendidik dan kolaborator) melakukan pengamatan terhadap aktivitas pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning. (d) Refleksi (Reflecting) dengan tim peneliti melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus kedua dan menyusun rencana (replaning) untuk siklus ketiga.

Silkus 3

Siklus III merupakan putaran ketiga dari pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning dengan tahapan yang sama seperti pada siklus I dan II yaitu (a) Perencanaan (Planning), tim peneliti membuat rencana pembelajaran berdasarkan hasil refleksi pada siklus II. (b) Pelaksanaan (Acting), pendidik melaksanakan pembelajaran menggunakan model problem based learning berdasarkan rencana pembelajaran hasil refleksi pada siklus II. (c) Pengamatan (Observating), tim peneliti (pendidik dan teman sejawat) melakukan pengamatan terhadap hasil belajar model Problem Based Learning. (d) Reflektif (Reflecting) dengan Tim peneliti melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus III dan menganalisis untuk serta membuat kesimpulan atas pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning dalam peningkatan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi Teks Laporan Hasil Observasi Hasil dan Pembahasan Deskripsi Kondisi Awal.

Penguasaan pendidikan Bahasa Indonesia pada materi menulis teks laporan hasil obsevasi berbantuan media objek pada di SMKN 1 Bawang tahun pelajaran 2021-2022 belum semuanya dapat dikatakan tuntas. Hal ini dapat diketahui dari hasil tes pra siklus sebelum dilaksanakan tindakan kelas yaitu dengan penerapan model Problem Based Learning. Adapun hasil tes awal dapat dilihat tabel sebagai berikut:

Hasil  nilai yang  diperoleh kegiatan penilaian yang dilakukan membawa dampak positif pada siswa dan pembelajaran. Berikut manfaat yang dirasakan peserta didik  terhadap penilaian  yang dilakukan yaitu:

Melihat analisa hasil belajar dapat diketahui bahwa nilai rata-rata siswa adalah 65 hal ini dikarenakan  siswa belum mampu menganalisis unsur-unsur batin dan fisik laporan hasil observasi dan menulis Laporan hasil observasi. Hal ini  dapat dipengaruhi oleh banyak faktor,salah satunya penggunaan  berdasarkan pengalaman pribadi maka dengan cara menulis teks laporan hasil observasi berbantuan objek disekeliling SMK Negeri 1 Bawang yang dipilih.

 

Guru masih menggunakan sistem pembelajaran ceramah yang cukup membosankan dan masih belum memerlakukan peserta didik sebagai follower learning atau central teacher. Dengan metode dan cara yang belum tepat akan menghasilkan nilai yang belum memenuhi kriteria ketuntasan.

Sehingga  nilai di atas KKTP belum  melebihi dari 89%  yaitu jumlah 15 siswa belum  tuntas 43% dan siswa yang mendapatakan nilai sesuai KKTP sebanyak 21 siswa dengan presentasi 57%.

Sebelum melalui model pembelajaran PBL pada Data pada tabel ( terlampir ) menunjukan  bahwa hasil belajar siswa masih dibawah KKTP hal ini terjadi sebelum mengalami perbaikan dengan menggunakan model pembelajaran Problem based learning (PBL) Tabel di Menunjukan siswa yang mencapai KKTP  dari sebanyak 21 peserta didik dan yang belum memenuhi 15 peserta didik.

Daftar Nilai

Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Menulis : Laporan Hasil Observasi
Kelas: XI AKL 3
KKTP: 80

 

Disamping itu sebanyak 57% peserta didik menyatakan dirinya cukup mampu mengikuti aktivitas  pada aspek-aspek yang diharapkan selama pembelajaran berlangsung Kegiatan penilaian dalam pembelajaran yang berlangsung tentunya ada beberapa tantangan yang terjadi diantaranya; menilai kemajuan siswa secara komperhensif dan akurat adalah tantangan utama. Guru perlu mengukur berbagai aspek seperti pengetahuan, keterampilan, sikap, dan pemahaman konsep penilaian. Dengan prosentase 43% belum memenuhi kriteria ketuntasan.

Pada pelaksanaan pembealajaran Bahasa Indonesia materi menulis teks laporan hasil observasi saebelum menggunakan masih mengalami kesulitan kemudian model Problem based learning (PBL) dipilih karena dapat membantu pendidik memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada peserta didik, dapat membantu peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berfikir,berinovatif, pemecahan masalah dan keterampilan intelektual, belajar tentang berbagai peran orang dewasa melalaui keterlibatan mereka dalam pengalaman nyata atau simulasi, dan menjadi pembelajaran yang mandiri. Meningkatkan pemahaman materi dan kemapuan analisis: Melalui penilaian hasil pembelajaran, saya dapat menilai sejauh mana siswa telah mampu menulis teks laporan hasil observasi melalui objek yang ada disekeliling sekolah.

Hasil penilaian  ini dapat memberikan gambaran tentang sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam mata kuliah Pengembangan Perangkat Pembelajaran. Kegiatan analisis dalam tugas presentasi dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan mereka dalam menulis teks laporan hasil observasi untuk melihat kemampuan mereka dalam pandangan yang lebih mendalam.

Berdasarkan dari form daftar nilai diatas dapat diketahui nilai rata-rata siswa adalah 65 karena siswa belum mendapat nilai diatas KKTP atau belum melebihi 89 % yakni 15 siswan yang belum memenuhi kriteria ketuntasan, dan siswa yang mendapat nilai diatas KKTP sebanyak 21 siswa sudah memenuhi Ketuntasan dengan nilai sedang dan baik, sedang siswa lain dengan persentase 33% belum memenuhi KKTP. Nilai tertinggi 80 dan terendah 65.

Hasil belajar siswa sudah mengalami perbaikan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Tabel di Menunjukan siswa yang mencapai KKTP  dari sebanyak 36 peserta didik sudah mulai mengalami perubahan. mendalami dan kritis terhadap materi menulis teks laporan hasil observasi. Hal Ini mencerminkan keterampilan penting yang dapat mereka terapkan dalam berbagai konteks. Hasil penilaian mengalami perubahan pada siklus I berikut ini.

 

Pengembangan Keterampilan membaca menganalisis dan menulis serta berpresentasi, Kolaborasi: melalui Pengembangan Penilaian Kritis: Siswa dapat belajar tentang pentingnya penilaian dalam  assessment pembelajaran laporan hasil observasi.

 

Dari hasil di atas menunjukkan bahwa pada siklus I ini tingkat hasil belajar peserta didik ialah 1) Nilai 90-100 ada 2 peserta didik atau 5% naik dari pra siklus yaitu dari 0 peserta didik menjadi1 peserta didik setelah dilaksanakan siklus I, 2) Nilai 80-89 ada 12 peserta didik atau 39% pada rentang nilai ini masih sama dengan sebelumnya, 3) Nilai 70-79 ada 14 peserta didik atau 44% naik dari pra siklus yaitu dari 7 peserta didik menjadi 8 peserta didik setelah dilaksanakan siklus 1, 4) Nilai <70 ada 8 peserta didik atau 40% menurun dari pra siklus yaitu dari 10 peserta didik menjadi 8 peserta didik setelah dilakukan siklus 1. Dari tabel dan gambar diatas diperoleh nilai rata-rata peserta didik 80.

Refleksi Siklus 1

Hasil siklus 1 menunjukkan dalam siklus I ini, dengan dasar KKTP 80 maka banyak pesert didik yang belum tuntas dalam materi menulis teks laporan hasil observasi, jika dilihat dari tingkat ketuntasannya hanya 78% peserta didik yang tuntas terdiri dari 2 peserta didik memperoleh 90-100 dan 12 peserta didik memperoleh 80-89 dan 14 peserta didik yang memperoleh rentangan . Hal ini menunjukkan perlu adanya tindakan penelitian kelas siklus II.

Deskripsi Hasil Siklus II

Untuk mengetahui dampak penerapan model problem based learning, pada akhir proses pembelajaran, peserta didik diberi tes formatif II dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik dalam proses pembelajaran yang telah dilakukan. Adapun hasil test siklus II adalah sebagai berikut:

 

Dari hasil di atas menunjukkan bahwa pada siklus II ini tingkat hasil belajar peserta didik ialah : 1) Nilai 90-100 ada 6 peserta didik atau 15% naik dari siklus I yaitu dari 2 peserta didik menjadi 6 peserta didik setelah dilaksanakan siklus II, 2) Nilai 80-89 ada 15 peserta didik atau 47% pada rentang nilai ini turun 1 anak, 3) Nilai 70-79 ada 11 peserta didik atau 33% naik dari siklus I yaitu dari 8 peserta didik menjadi 11 peserta didik setelah dilaksanakan siklus II, 4) Nilai <70 ada 4 peserta didik atau 5% menurun dari siklus I yaitu dari 8 peserta didik menjadi 6 peserta didik setelah dilakukan siklus II. Dari tabel dan gambar diatas diperoleh nilai rata-rata peserta didik 82.

Hasil diatas menunjukkan dalam siklus II ini, dengan dasar KKTP 80 maka masih terdapat peserta didik yang belum tuntas dalam materi menulis teks laporan hasil observasi, jika dilihat dari tingkat ketuntasannya 11 peserta didik yang terdiri dari 6 peserta didik memperoleh 90-100 dan 14 peserta didik memperoleh 80-89. Hal ini menunjukkan perlu adanya tindakan penelitian kelas siklus III.

Dari tabel dan gambar diatas diperoleh nilai rata-rata peserta didik 88.

 

Deskripsi Hasil Siklus III

Sedangkan untuk mengetahui dampak penerapan model problem based learning, pada akhir proses pembelajaran, peserta didik diberi tes formatif III dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Adapun hasil test siklus III adalah sebagai berikut.

 

Dari hasil di atas menunjukkan bahwa pada siklus III ini tingkat hasil belajar peserta didik ialah :1) Nilai 90-100 ada 9 peserta didik atau 30% naik dari siklus II yaitu dari 6 peserta didik menjadi 9 peserta didik setelah dilaksanakan siklus III, 2) Nilai 80-89 ada 10 peserta didik atau 50% naik dari siklus II yaitu dari 2 peserta didik menjadi 17 peserta didik setelah dilaksanakan siklus III, 3) Nilai 70-79 ada 6 peserta didik atau 30% menurun dari siklus II yaitu dari 9 peserta didik menjadi 10 peserta didik setelah dilakukan siklus III, 4) Nilai <70 ada 0 peserta didik atau 0% menurun dari siklus II yaitu dari 4 peserta didik menjadi 0 peserta didik setelah dilakukan siklus III. Dari tabel dan gambar diatas diperoleh nilai rata-rata peserta didik 88.

Hasil diatas menunjukkan dalam siklus III ini, dengan dasar KKTP 85 maka banyak peserta didik yang telah tuntas dalam materi menulis teks laporan hasil observasi, jika dilihat dari tingkat ketuntasannya 36 peserta didik yang terdiri dari 9 peserta didik memperoleh 90-100 dan 17 peserta didik memperoleh 80-89 dan 10 peserta didik meperoleh 70-79. Hal ini menunjukkan bahwa pada siklus III telah tercapai target lebih dari 75% jumlah peserta didik telah mendapatkan nilai 85.

Simpulan

Setelah dilakukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model problem based learning pada siklus I terjadi peningkatan nilai rata-rata dari nilai pre tes atau pra siklus yaitu 65,00 menjadi 80,00 dengan ketuntasan klasikal yaitu 77%. Setelah dilakukan penelitian Tindakan kelas siklus II terjadi peningkatan nilai rata-rata dari 80,00 menjadi 81,00 dengan ketuntasan klasikal yaitu 77%. Dan setelah dilakukan penelitian tindakan kelas siklus III terjadi peningkatan nilai rata-rata dari 81,00 menjadi 88,00 dengan ketuntasan klasikal yaitu 98%. Dengan demikian penggunaan model problem based learning terbukti dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Menulis Teks Laporan Hasil Pembelajaran menggunakan model problem based learning adalah model pembelajaran dalam model pembelajaran dengan menggunakan kemampuan berfikir peserta didik untuk menyelesaikan masalah dalam tantangan dunia nyata.

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan dapat disimpulkan bahwa penerapan model problem based learning bisa meningkatkan pemahaman pembelajaran Bahasa Indonesia materi Teks Laporan Hasil Observasi pada kelas XAKL.  Peningkatan tersebut terlihat dari nilai rata-rata siklus I yaitu 80,00 siklus II 82,00 dan siklus III 88,00.

Dengan demikian penerapan dianggap berhasil dalam meningkatkan pemahaman Pembelajaran Bahasa Indonesia materi menulis teks laporan hasil observasi kelas X AKL 3 berbantuan objek yang ada di sekeliling SMK Negeri 1 Bawang Banjarnegara.

Daftar Pustaka

Priyatni, E.T. (2017). Desain Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Kompetensi. Jakarta: Bumi Aksara

Kosasih, E. (2014). Jenis-jenis Teks: Analisis Fungsi, Struktur, dan Kaidah serta Langkah Penulisannya. Bandung: Darma Widya.Trim, Bambang. 2020. “Panduan Praktis Menyusun Daftar Pustaka.

Manistebu, 10 Desember 2020, dilihat 14 Januari 2021.

USAID Prioritas. 2015. Buku Sumber untuk Dosen LPTK: Pembelajaran Literasi di Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Wijayanti, Anik. 2015. “Kajian Habitat dan Aktivitas Kemunculan Kunang-Kunang dengan Observasi Cuaca Skala Mikro di Kawasan Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi (Skripsi). ” https:// repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/75574/G15awi. pdf?sequence=1&isAllowed=y melalui google cendekia. Diunduh pada tanggal 1 Juli 2020.

W.M, Abdul Hadi. 1981. Anak Laut Anak Angin. Jakarta: H (Jusuf Panigoro).

Wijayanti, Anik. 2015. “Kajian Habitat dan Aktivitas Kemunculan KunangKunang dengan Observasi Cuaca Skala Mikro di Kawasan Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi (Skripsi).” https://repository.ipb.ac.id/bitstream/ handle/123456789/75574/G15awi.pdf melalui google cendekia. Diunduh pada tanggal 1 Juli 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *