Gerakan Sekolah Menyenangkan dan Pembekalan Umum Budaya Kerja Metode Kaizen SMK Negeri 1 Bawang Banjarnegara

SMK Negeri 1 Bawang Banjarnegara menyelenggarakan Gerakan Sekolah Menyenangkan dan Pembekalan Budaya Kerja Metode Kaizen Pengembangan SMK Pusat Keunggulan (21/1/2021) di GOR dengan mengundang bapak Slamet Redi Iskandar, S.T (PT. Dexa Energy Yogya) sebagai narasumber.

SMK dituntut mampu menghasilkan lulusan sesuai dengan tuntutan industri, dunia usaha dan dunia kerja serta masyarakat. Budaya kerja merupakan suatu kegiatan dimana menghilangkan pemborosan untuk menuju pekerjaan yang lebih produktif, efektif dan efesien.

Budaya 5S adalah suatu metode penataan dan pemeliharaan wilayah kerja secara intensif yang digunakan untuk usaha memelihara ketertiban, efisiensi, dan disiplin di lokasi kerja sekaligus mengoptimalkan kinerja perusahaan secara menyeluruh. Budaya 5S merupakan proses perubahan perilaku di tempat kerja dengan menerapkan penataan, kerapian, kebersihan, kedisiplinan dan perawatan. Tempat kerja merupakan pencerminan perilaku dan sikap pekerja. Budaya 5S merupakan istilah yang berasal dari Jepang, yaitu Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke. Sedangkan di Indonesia lebih dikenal dengan 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin. Keuntungan dari penerapan budaya 5S adalah tercapainya peningkatan efisiensi, perbaikan, pelayanan, keuntungan serta keselamatan.

Penyesuaian diri peserta didik dalam dunia kerja tidak luput dari budaya kerja yang diberikan dari lingkungan sekolah. Pembentukan budaya kerja didasarkan pada tata nilai kerja yang dibutuhkan. Tata nilai tersebut diimplementasikan pada peraturan maupun tata tertib sekolah. Tata tertib yang dibuat sekolah mencakup bagaimana pola kegiatan peserta didik di dalam kelas, bengkel, maupun lingkungan sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.